Dot Per Inch (dpi)
Kualitas hasil cetak printer dan kemampuan scanner dalam menangkap gambar biasanya ditunjukkan dengan nilai dots per inch (dpi). Nilai ini menunjukkan seberapa banyak titik pada satu inci persegi. Tapi kenyataannya istilah ini seolah kehilangan arti.
Kemampuan sebuah printer untuk menghasilkan begitu banyak titik pada
setiap inchi sebenarnya bukan patokan kualitas hasil cetak. ragam tinta,
ukuran droplet (titik tinda), teknik semprot serta kualitas kertas bertkontribusi langsung pada tampilan atau output akhirnya.
Begitu pula halnya dengan scanner. Sebuah scanner dengan resolusi 9.600 dpi contohnya, mungkin hanya bisa menangkap informasi gambar sekitar 600 dpi saja. Waspadai, tinggi nilai dpi bisa jadi merupakan hasil interpolasi digital dan bukan kerena kemampuan sebenarnya.
Resolusi Layar
Gambar-gambar yang Anda lihat pada layar monitor kenyataannya terbuat
dari ribuan (bahkab jutaan) titik kecil yang berwarna – disebut picture element atau pixel. Hal ini Biasanya ditentukan oleh resolusi kartu grafisnya.
Kartu grafis yang dapat menghasilkan resolusi layar 1.600 x 1.200 pixel,
contohnya, akan menghasilkan 1.920.000 pixel. Resolusi sebesar itu
terbilang cukup rapat dan halus. Resolusi layar monitor CRT biasanya
lebih fleksibel, sementara monitor TFT lebih terbatas.
Ukuran Point
Point atau pt menunjukan ukuran cetak suatu jenis font. Dalam percetakan modern, tinggi satu point biasanya sama dengan 1/72 inchi (0.0138 inchi atau 0,35 mm). karena itu, font
dengan ukuran 12 pt akan memakan tinggi ruang cetak sebesar 4,2 mm (12 x
0.35 mm). Ukuran itu sudah termasuk ruang untuk tipe huruf yang
menjulur keatas (seperti ‘f‘ ) ke bawah (seperti ‘p‘)
November 17, 2011
October 01, 2011
My Name is Brand*
Oleh: Edy SR
Selamat datang di dunia nama. Perhatikan sekitar. Dan kita akan melihat orang bercelana Levi Strauss. Bersepatu Adi Dassler. Sambil mengunyah Mac McDonald, ditemani sebotol Sosrodjojo dingin.
Di kesempatan yang lain, kita juga akan melihat orang yang sibuk mengetik di Michael Dell, untuk dicetak oleh Bill Hewlett-Dave Packard. Sembari sesekali menjawab panggilan telepon dari (Sony) Larn Magnus Ericcson. Maklum, dia seorang arsitek di Ciputra Development, yang sedang menyiapkan rencana pengembangan kawasan Sampoerna Strategic Square.
Tidak hanya itu. Masih banyak “nama” yang akhirnya kita kenal sebagai “merek ternama”. Belajar dari mereka, mestinya kita juga bisa memasarkan nama kita sendiri. Tentu disertai dengan spesialisasi, reputasi, serta distinctive yang unik. Jika tidak, hanya akan melahirkan nama pasaran yang sulit dibedakan dengan nama serupa lainnya.
Coba ingat, ada berapa banyak warung makan bernama “Warung Sederhana”. Atau toko kelontong yang dinamai, “Toko Pojok”. Belum lagi kalau kita perhatikan semua gerai ponsel dan pulsa yang mereknya berakhiran “Cel, Cell, Sel, dan Sell!”. Oh my G, kenapa kita selalu berpikir sama, padahal kita berharap mendapat hasil yang berbeda.
Spesialisasi
Tidak banyak, orang yang dibekali kemampuan multitasking. Karena itu, spesialis lah. Mumpuni dalam satu hal, bukan sebuah kelemahan. Tapi justru menjadi kelebihan. Di Indonesia, terutama di Jawa, nama Sosrodjojo jumlahnya bisa ribuan. Tapi kenapa, kita hanya mengenal satu “Sosro”? Jawabnya gampang, karena Sosro ahlinya teh.
Selamat datang di dunia nama. Perhatikan sekitar. Dan kita akan melihat orang bercelana Levi Strauss. Bersepatu Adi Dassler. Sambil mengunyah Mac McDonald, ditemani sebotol Sosrodjojo dingin.
Di kesempatan yang lain, kita juga akan melihat orang yang sibuk mengetik di Michael Dell, untuk dicetak oleh Bill Hewlett-Dave Packard. Sembari sesekali menjawab panggilan telepon dari (Sony) Larn Magnus Ericcson. Maklum, dia seorang arsitek di Ciputra Development, yang sedang menyiapkan rencana pengembangan kawasan Sampoerna Strategic Square.
Tidak hanya itu. Masih banyak “nama” yang akhirnya kita kenal sebagai “merek ternama”. Belajar dari mereka, mestinya kita juga bisa memasarkan nama kita sendiri. Tentu disertai dengan spesialisasi, reputasi, serta distinctive yang unik. Jika tidak, hanya akan melahirkan nama pasaran yang sulit dibedakan dengan nama serupa lainnya.
Coba ingat, ada berapa banyak warung makan bernama “Warung Sederhana”. Atau toko kelontong yang dinamai, “Toko Pojok”. Belum lagi kalau kita perhatikan semua gerai ponsel dan pulsa yang mereknya berakhiran “Cel, Cell, Sel, dan Sell!”. Oh my G, kenapa kita selalu berpikir sama, padahal kita berharap mendapat hasil yang berbeda.
Spesialisasi
Tidak banyak, orang yang dibekali kemampuan multitasking. Karena itu, spesialis lah. Mumpuni dalam satu hal, bukan sebuah kelemahan. Tapi justru menjadi kelebihan. Di Indonesia, terutama di Jawa, nama Sosrodjojo jumlahnya bisa ribuan. Tapi kenapa, kita hanya mengenal satu “Sosro”? Jawabnya gampang, karena Sosro ahlinya teh.
Label:
Desain Grafis,
Referensi
July 31, 2011
MB, GB, Kb dan Mb..??
Megabyte (MB)
Diatas kilobyte, kita menemukan satuan megabyte (MB). Orang biasanya menyebutnya ‘satu mega‘ saja. Coba tebak, besarnya satu MB sama dengan berapa kilobyte? Ya, besarnya sama dengan 1,24 kilobyte. Dan itu artinya satu MB sama dengan 1.048.576 byte, bukan sejuta byte.
Memori komputer pada umumnya diukur juga dalam satuan ini. Misalnya 65 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB dan seterunya.
Gigabyte (GB)
Ukuran pemnyimpanan data dikomputer kini tidak lagi menggunakan satuan megabyte. Coba saja periksa hardisk yang ada di pasaran saat ini. Satuannya sudah menggunakan satuan gigabyte (GB).
Anda Benar satu gigabyte sama dengan 1,024 MB. Diatas satuan ini ada lagi satuan terabyte (TB) yang sama dengan 1.024 GB. Gampang kan?
O ya, hati-hatilah dalam membeli hardisk. Ada yang memanfaatkan pemahaman keliru pengguna, bahwa satu GB sama dengan satu juta MB. Mereka mengaku menjual hardisk sebesar 80 GB, padahal ternyata besarnya hanyalah 76 MB. Bikin keki khan?
Diatas kilobyte, kita menemukan satuan megabyte (MB). Orang biasanya menyebutnya ‘satu mega‘ saja. Coba tebak, besarnya satu MB sama dengan berapa kilobyte? Ya, besarnya sama dengan 1,24 kilobyte. Dan itu artinya satu MB sama dengan 1.048.576 byte, bukan sejuta byte.
Memori komputer pada umumnya diukur juga dalam satuan ini. Misalnya 65 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB dan seterunya.
Gigabyte (GB)
Ukuran pemnyimpanan data dikomputer kini tidak lagi menggunakan satuan megabyte. Coba saja periksa hardisk yang ada di pasaran saat ini. Satuannya sudah menggunakan satuan gigabyte (GB).
Anda Benar satu gigabyte sama dengan 1,024 MB. Diatas satuan ini ada lagi satuan terabyte (TB) yang sama dengan 1.024 GB. Gampang kan?
O ya, hati-hatilah dalam membeli hardisk. Ada yang memanfaatkan pemahaman keliru pengguna, bahwa satu GB sama dengan satu juta MB. Mereka mengaku menjual hardisk sebesar 80 GB, padahal ternyata besarnya hanyalah 76 MB. Bikin keki khan?
Subscribe to:
Posts (Atom)