January 03, 2012

Poster dan X-banner Sebagai Sarana Promosi

Oleh : Gd Lingga Ananta Kusuma Putra

Abstract

Penulis akan membahas tentang visualisasi desain pembuatan media promosi poster yang digunakan sebagai salah satu media komunikasi visual sebagai sarana promosi SD Saraswati 2 Denpasar.

Unsur Visual Desain
1. Bentuk Fisik
Bentuk fisik dari promosi poster ini persegi panjang dan mempunyai ukuran 42 cmx 59,4 cm. Ukuran dibuat dalam ukuran kertas A2 agar poster lebih jelas terlihat, walaupun jika dilihat dari jarak yang agak jauh.
2. Ilustrasi
Dalam perancangan media promosi poster ini, ilustrasi yang dipergunakan adalah gambar seorang guru yang mendampingi murid-muridnya.
Digunakan ilustrasi guru dan murid yang berada dalam suasana yang menyenangkan/ceria, tujuannya agar sasaran mengetahui poster ini mempromosikan sebuah sekolah yang memiliki suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. 
3. Teks
Perancangan media promosi ini menggunakan teks yang isinya berupa informasi mengenai syarat pendaftaran di SD Saraswati 2 Denpasar. Sedangkan closing word menampilkan ajakan tentang promosi ini. 

January 01, 2012

Apa yang jadi Penilaian Webometrics..?

Webometric adalah suatu sistem yang memberikan penilaian terhadap seluruh universitas terbaik di dunia melalui website universitas tersebut. Sejak pertama kali diluncurkan yaitu tahun 2004 Webometric semakin diakui sebagai salah satu tolak ukur untuk menilai kemajuan sebuah universitas.
Webometric secara periodik mengeluarkan menerbitkan peringkat setiap 6 bulan sekali yaitu pada bulan Januari dan Juli. Setiap universitas tentu saja akan dinilai dan diberi peringkat bukan hanya rangking berdasarkan negara dimana universitas itu berada tetapi juga diberi rangking secara keseluruhan / dunia. Jadi setiap universitas tentu bisa mendapatkan rangking yang tinggi tergantung bagaimana mereka menerapkan kebijakan pada penanganan websitenya.

Webometric selama ini menerapkan 4 standar dalam penilaiannya, yang kalau diperhatikan ke – 4 faktor penilaian tersebut menitik beratkan pada publikasi melalui media internet, disini tentu saja publikasi itu harus melalui website universitas tersebut, kualitas dan kuantitas publikasi tersebut juga sangat berpengaruh besar terhadap penilaain webometrics.
Sebelum Januari 2011 webometric menetapkan penilain berdasarkan 4 kategori, yaitu :

December 25, 2011

12 Prinsip Animasi

Oleh: Ardiyansah

Modal utama seorang animator adalah kemampuan meng-capture momentum ke dalam runtutan gambar sehingga seolah-olah menjadi bergerak atau hidup. Sedikit berbeda dengan komikus, ilustrator, atau -katakanlah- karikaturis yang menangkap suatu momentum ke dalam sebuah gambar diam (still). Animator harus lebih memiliki ‘kepekaan gerak’ daripada ‘hanya’ sekedar kemampuan menggambar. Gambar yang bagus akan percuma tanpa didukung kemampuan meng-’hidup’-kan. Sebagaimana definisi dasar animasi yang berarti: membuat seolah-olah menjadi hidup.
Ada berbagai macam teori dan pendapat tentang bagaimana seharusnya animasi itu dibuat. Tetapi setidaknya ada 12 prinsip yang harus dipenuhi untuk membuat sebuah animasi yang ‘hidup’. Ke-12 prinsip ini meliputi dasar-dasar gerak, pengaturan waktu, peng-kaya-an visual, sekaligus teknis pembuatan sebuah animasi.

1. Solid Drawing
Menggambar sebagai dasar utama animasi memegang peranan yang signifikan dalam menentukan -baik proses maupun hasil- sebuah animasi, terutama animasi klasik. Seorang animator harus memiliki kepekaan terhadap anatomi, komposisi, berat, keseimbangan, pencahayaan, dan sebagainya yang dapat dilatih melalui serangkaian observasi dan pengamatan, dimana dalam observasi itu salah satu yang harus dilakukan adalah: menggambar.
Meskipun kini peran gambar -yang dihasilkan sketsa manual- sudah bisa digantikan oleh komputer, tetapi dengan pemahaman dasar dari prinsip ‘menggambar’ akan menghasilkan animasi yang lebih ‘peka’.